-->
Doa Pagi dan Petang (dibaca 3 kali)
اللهم عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ اللهم عَافِنِيْ فِيْ سِمْعِيْ اللهم عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ لَااِلهَ الِاَّ اَنْتَ
"Ya Allah anugerahkanlah kesehatan pada badanku; Ya Allah anugerahkanlah kesehatan pada pendengaranku; Ya Allah anugerahkanlah kesehatan pada penglihatanku, tiada Ilaah yang layak untuk diibadahi kecuali Engkau".
(Hadits Hasan Riwayat Abu Daud: 4/324 dan Ahmad: 5/42)
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 19, 2020

NEGERIKU RANCU

Negeriku Rancu

oleh: boedak-negeri 01052020

Negeriku dikoyak budak-budak negeri
Mengais tetesan rejeki dibalik pandemi
Dengan kepongahan lagi belagu
Semuanya mereka kais tanpa rasa malu

Negeriku tersedu-sedu
Menangisi budak-budaknya yang lugu
Entah lugu atau dungu
Yang jelas bagiku tampak lucu
Lucu
Lugu
Dungu
Tak jelas karena RANCU

Negeriku RANCU
Budak-budaknya lucu-lucu
Lugu-lugu
Dungu
Rancu
Negeriku

#Negeriku_Rancu



Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

Senin, Mei 11, 2020

Pak Ustadz "PENCURI"

...::| Kisah Inspiratif |::...
  • Baca sampai akhir ya, dan jangan lupa tinggalkan jejak kunjungan Anda dengan memberikan komentar
 hidangan-makan-malam
Dikisahkan bahwa sepasang Pak Suami dan Ibu Isteri sangat mengagumi Pak Ustadz, mereka tidak pernah absen dalam setiap kajian-kajian Pak Ustadz. Di mana ada kajian Pak Ustadz pasti keduanya hadir.

Hingga sampai pada suatu hari, dimana Pak Ustadz diundang makan malam di rumah mereka sebagai penghargaan dan penghormatan kepadanya. 
Setelah acara makan malam selesai dan Pak Ustadz pulang ke rumahnya, Ibu Isteri berkata kepada Pak Suami: "Uang kita hilang Pak, dan aku pikir Pak Ustadz lah yang mengambilnya".

"Uang yang mana Bu?", tanya Pak Suami.
"Itu loh Pak yang di dalam amplop Rp5.000.000,00 di atas meja, padahal uang tersebut akan kita berikan untuknya", jawab Sang isteri.

Mendengar penjelasan isterinya, Pak Suami marah besar dan berkata: "Jika begitu. dia Pencuri!, Kita tidak perlu lagi menghadiri kajian-kajiannya".

Dua bulan kemudian, Ibu Isteri bertemu dengan Pak Ustadz di jalan dan dengan sangat terpaksa harus menyapanya.
"Assalaamu 'alaikum, Pak Ustadz. Begini Pak Ustadz, tentu Anda menyadari bahwa sudah lama kami tidak hadir di kajian-kajian Pak Ustadz, sesungguhnya kami marah besar pada Pak Ustadz, karena ketika Anda makan malam di rumah kami, di meja ada uang Rp5.000.000,00 dan hilang begitu saja setelah Anda pergi, sedangkan ketika itu Pak Ustadz lah satu-satunya orang yang datang dan makan malam bersama kami".

"Wa 'alaikumussalaam wa Rahmatullah wa Barakaatuh", jawab Pak Ustadz. 

Dan dengan tersenyum Pak Ustadz mengklarifikasi tuduhan tersebut.

"Bu, ya benar aku yang telah mengambil uang itu dan meletakkannya di dalam al-Quran Anda, agar tidak terkena tumpahan saus, maafkan saya kalau waktu itu saya tidak menyampakan hal itu secara langsung, karena saya pikir kalian setiap saat pasti membuka al-Quran".

Mendengar penjelasan tersebut, dengan penuh rasa malu Ibu Isteri memohon maaf kepada Pak Ustadz, lalu ia mohon ijin untuk pulang.
Setelah sampai di rumah, dia segera mengambil al-Quran dimaksud dan menemukan amplop berisi uang Rp5.000.000,00 berada di dalamnya, lebih kurang sudah dua bulan uang tersebut berada di sana.

-----:::|:::-----
Selama dua bulan Pak Suami dan Ibu Isteri tidak pernah membuka al-Quran.
Selama dua bulan Pak Suami dan Ibu Isteri tidak pernah membaca al-Quran.
Selama dua bulan mereka telah berburuk-sangka (su-uzh-zdhonn) kepada Pak Ustadz.
Selama dua bulan mereka telah menuduh Pak Ustadz sebagai Pencuri.

-----:::|:::-----

----------------------------------
Pembaca yang Budiman!
Semogalah kita tidak seperti pasangan suami-isteri dalam kisah di atas.
Yang jarang membaca al-Quran, berprasangka buruk (su'uzh-zhonn) dan menghakimi secara sepihak orang lain yang belum tentu bersalah.

al-quran

"TIADA HARI TANPA MEMBACA AL-QURAN".
*Kisah inspiratif ini tersebar di Grup-Grup Whatsapp.


Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

 
back to top