-->
Doa Pagi dan Petang (dibaca 3 kali)
اللهم عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ اللهم عَافِنِيْ فِيْ سِمْعِيْ اللهم عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ لَااِلهَ الِاَّ اَنْتَ
"Ya Allah anugerahkanlah kesehatan pada badanku; Ya Allah anugerahkanlah kesehatan pada pendengaranku; Ya Allah anugerahkanlah kesehatan pada penglihatanku, tiada Ilaah yang layak untuk diibadahi kecuali Engkau".
(Hadits Hasan Riwayat Abu Daud: 4/324 dan Ahmad: 5/42)
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 16, 2022

Sunnatullah senantiasa Berulang

Pada masa Rasulullah ﷺ, para pemudalah yang lebih dominan menerima dakwah beliau ﷺ, sedangkan para tetuanya malah menentang dakwah Nabi Muhammad ﷺ, bahkan para tokoh dan tetua tersebut memprovokatori para pemuda untuk menjauhi dan berbalik memusuhi Nabi ﷺ.

Dengan segala daya upaya mereka berusaha menyingkirkan pengaruh Muhammad ﷺ dari para pemuda, bahkan melabeli Sang Nabi ﷺ dengan gelaran-gelarna negatif.

Dan hal semacam itu terjadi di masa kini, pengulangan Sunnatullah memang sedang terjadi.

Pada masa kini, muda-mudi di penjuru negeri sibuk dengan aktivitas dakwah dalam segala aspeknya. Nampak pada diri mereka perubahan-perubahan ke arah yang lebih Islami dari para orang tua dan kakek buyutnya. Ghirah Islam mereka melampaui para pendahulunya, semagat beribadah dan ukhuwah islamiyyah mereka jauh lebih baik dari para tetuanya. Bahkan terkadang prinsip-prinsip keislaman mereka pun bertolak belakangan dengan tradisi keberislaman orang-orang tua mereka.

Pada akhirnya, tetua generasi muda-mudi masa kini, perlakuan mereka terhadap kawula mudanya nyaris sama persis seperti tetua Quraisy pada masa-masa awal kenabian Muhammad ﷺ. 

Mereka dengan gigih memutarbalikkan fakta demi mengembalikan muda-mudi ke pangkuan mereka, agar tradisi keberislaman mereka tetap sebagaimana sebelumnya, padahal nyata dan jelas sekali, tradisi-tradisi keislaman tersebut terkadang jauh dari tradisi Islam sebagaimana Islm pada masa tiga generasi terbaik umat ini. 

Yang lebih aneh lagi, secara terang-terangan lagi membabi-buta, mereka menolak tradisi Islam (Sunnah) dan malah membudayakan tradisi yang nyata-nyata bersumber dari luar Islam.

Mereka pun sama seperti tetua Quraisy pada masa-masa silam, melabeli tokoh-tokoh yang memberikan pengaruh positif kepada kawula muda mereka dengan gelaran-gelaran dan panggilan-panggilannegatif.

Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat ke-13 dari surat al-Kahfi, juga menjelaskan hal demikian. 

Berikut penjelasan beliau رحمه الله :

​"...untuk itulah kebanyakan yang menyambut (seruan Allah dan Rasul-Nya ﷺ adalah para pemuda. Adapun orang-orang tua Quraisy, kebanyakan mereka tetap bertahan dalam tradisi keberagamaan mereka dan tidak menerima Islam kecuali sedikit saja."

al-kahfi

"Sunnatullah senantiasa berulang pada setiap generasi dan masa." (ibn Asnawi)


Haurgeulis, 16 Maret 2022

Bari nunggu waktu (13:00) untuk mulai galang donasi di sesi II.



Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

Senin, Maret 07, 2022

Serial Video Profil MISAL-Hgl

 Bismillah wal-Hamdulillah

Logo Medsos MISAL-Hgl

Mulai awal tahun 2022 MISAL-Hgl mulai bebenah diri agar lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat.


Fokus pembenahan diri MISAL-Hgl adalah pada upaya PEMBERDAYAAN & UPGRADING SUMBER DAYA dengan tujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan pendidikan.


Mari mengenal MISAL-Hgl melalui SERIAL VIDEO PROFIL MISAL-Hgl yuks !



========

MISAL-Hgl

(MIS. Al Irsyad Al Islamiyyah Haurgeulis)

Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

Jumat, September 18, 2020

CARA BERSYUKUR KEPADA ALLAH

SYUKURAN/BERSYUKUR itu bentuknya: 
  1. Syukuran dengan lisan, setelah mendapat kebaikan/berita gembira, lisan segera mengucapkan: AL-HAMDULILLAH, selengkapnya: AL-HAMDULILLAH AL-LADZI BI NI'MATIHI TATIMMU ASH-SHOOLIHAT,
  2. Syukuran dengan perbuatan, setelah mendapat kebaikan/berita gembira, segera melakukan sujud syukur.

Begitulah yg dimaksudkan dengan SYUKURAN/BERSYUKUR.

Adapun budaya makan-makan bareng, atau mentraktir makan/minum beberapa rekan, setelah seseorang mendapat kebaikan/berita gembira sedikitpun tidak identik dengan SYUKURAN/BERSYUKUR.

************
Notice:
Jangan mengkerdilkan istilah-istilah Islam dg membawanya keluar dari maksud yg sebenarnya.
*************




#SYUKURAN/BERSYUKUR lah sebagaimana Nabi Muhammad telah mengajarkan kita cara SYUKURAN/BERSYUKUR.

عن أبي بكرة، عن النبي -صلى الله عليه وسلم- أنه كان «إذا جاءه أمرُ سرورٍ، أو بُشِّرَ به خَرَّ ساجدًا شاكرًا لله».  
[صحيح.] - [رواه أبو داود وابن ماجه والترمذي وأحمد.]

Dari Abi Bakrah dari Nabi Shallallau alaihi wasallam, sesungguhnya beliau jika mendapatkan khabar gembira, atau diberi gabar gembira beliu segera sujud sbg wujud bersyukur kpd Allah.
(Hadits Shohih Riwayat Abu Daud, Ibn Majah. at-Tirmidzi, dan Ahmad)

: عن عائشة رضي الله عنها قالت
( كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا رأى ما يحب قال الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات وإذا رأى ما يكره قال الحمد لله على كل حال ) . رواه الطبراني و البيهقي و ابن ماجه
Dari Ibunda Aisyah r.a. beliau berkata:
Rasulullah jika melihat sesuatu yg menyenangkan beliau mengucapkan AL-HAMDULILLAH AL-LADZI BINI'MATIHI TATIMMU ASH-SHOOLIHAAT (segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya sempurnalah segala kebaikan) dan jika melihat sesatu yg beliau tdk suka, beliau mengucapkan AL-HAMDULILLAH ALA KULLI HAAL (segala puji bagi Allah apapun keadaan/kondisinya).
(HR. Ath-Thabarani, Al-Baihaqi, dan Ibn Majah)

wallaahu a'lam.

Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

DEFINISI BERSYUKUR/SYUKURAN

Bersyukur merupakan suatu sikap/pernyataan/perbuatan yang diimplemntasikan dengan niat untuk berterima kasih atas segala limpahan nikmat yang telah Allah berikan.

Ibnul Qayyim mendefinisikan syukur sebagai  berikut:

“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.” (Madarijus Salikin, 2/244).

Lawan dari SYUKUR adalah KUFUR, Kufur nikmat berarti sifat/pernyataan/perbuatan yang menunjukkan enggan untuk menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang telah didapatkan adalah dari Allah Ta’ala.




Oleh karena itu, selalu bersyukur saat Anda sedang diberi nikmat oleh Allah SWT, tidak memandang nikmat itu banyak atau sedikit. Karena orang yang selalu bersyukur niscaya Allah akan menambah kenikmatan tersebut.

Hal ini sebagaimana firman Allah di dalam Q.S. Ibrahim ayat 7 yang berarti:

“Barang siapa yang bersyukur atas nikmatku kata Allah, niscaya aku akan menambahn nikmat itu. Akan tetapi barang siapa yang kufur atas nikmat Ku kata Allah, maka azab ku sangatlah pedih".

Wallahu a'lam.

Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

Sabtu, Mei 16, 2020

Hadits tentang Kegembiraan Orang yang Berpuasa

...::| Matan Hadits tentang Kegembiraan Orang yang Berpuasa |::...
gembira-berpuasa
[صحيح المسلم, رقم: 1151]

...::| Terjemah Hadits |::...
Ada dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa:
a. Kegembiraan ketika berbuka, dan
b. Kegembiraan ketika bertemu dengan Rabb-nya.
[Shohih al-Muslim, No. Hadits 1.151]

...::| Makna & Faidah Hadits |::...

Pertama: Orang yang berpuasa Ramadhan akan bergembira ketika berbuka puasa, baik berbuka puasa setiap maghrib ataupun berbuka pada tanggal 1 Syawwal. Mereka bergembira dengan segala anugerah dari Allah berupa kemampuan melaksanakan ibadah puasa, yang merupakan salah satu ibadah yang paling utama, betapa banyak orang-orang yang diharamkan oleh Allah sehingga tiada kuasa berpuasa Ramadhan. Mereka juga bergembira karena ketika waktu berbuka tiba Allah menghalalkan/membolehkan mereka untuk mengkonsumsi makanan dan minuman dan bahkan halal untuk mempergauli istrinya, di mana hal-hal tersebut diharamkan bagi mereka ketika mereka berpuasa.

Kedua: Orang yang berpuasa Ramadhan akan bergembira ketika bertemu dengan Rabb-nya, karena ketika itu mereka mendapatkan pahala dari ibadah puasanya di sisi Allah, pahala yang lengkap, sempurna, tak kurang sedikitpun. Mereka juga bergembira ketika dipanggil untuk memasuki surga melalui pintu khusus, pintu ar-Rayyan yang tidak akan memasukinya kecuali mereka yang rajin berpuasa Ramadhan setiap tahunnya.



Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

Selasa, Mei 12, 2020

Rejeki Setiap Makhluk Dijamin Oleh Allah, Mengapa Ada Yang Mati Kelaparan?

Bismillah;
wal-Hamdulillah;
was-Shalaatu was-Salaamu 'alaa Rasulillah.
'Amma Ba'du.

Memang benar bahwa Allah sebagai Sang Pencipta segala makhluk telah menjamin rejeki untuk setiap makhluknya. Terkait jaminan rejeki utk setiap makhluk-Nya, Allah berfirman:

surat-huud-ayat-6

Jaminan rejeki dari Allah sebagaimana dimaksud dalam surat Huud tersebut di atas sifatnya "PASTI ADANYA" dan "PASTI DAPAT MENCUKUPI KEBUTUHAN STANDAR HIDUP MAKHLUK-NYA". 
Artinya adalah bahwa jaminan rejeki dari Allah tersebut PASTI CUKUP untuk memenuhi KEBUTUHAN HIDUP makhluk-Nya, lain cerita kalau untuk memenuhi KEBUTUHAN GAYA HIDUP

Di kesempatan yang lain, Allah pun memastikan bahwa setiap makhluk-Nya akan mengalami KEMATIAN tanpa kecuali. 
Berikut adalah diantara ayat-ayat al-Quran terkait kepastian kematian setiap makhluk:

surat-ali-imron-185

Kehadiran al-Maut pada setiap makhluk tidak bisa ditawar-awar, baik untuk ditangguhkan atau dipercepat. Bila ajal [kuota hidup, batas waktu hidup] makhluk telah tiba masanya, maka kematian adalah hal terakhir yang pasti ia akan alami/rasakan. Firman Allah:

surat-al-araaf-ayat34

Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas dapat dipahami bahwa:
  1. JAMINAN REJEKI dari Allah untuk setiap makhluk-Nya adalah sebuah KEPASTIAN [Pasti adanya, Pasti dapat mencukupi KEBUTUHAN HIDUP tapi bukan untuk mencukupi GAYA HIDUP].
  2. JAMINAN KEMATIAN dari Allah untuk setiap makhluk-Nya adalah sebuah KEPASTIAN [Pasti hadirnya dan Pasti tidak bisa ditunda atau dipercepat walau sesaatpun].
  3. KEPASTIAN waktu, cara dan tempat eksekusi JAMINAN KEMATIAN dari Allah atas makhluk-Nya adalah RAHASIA Allah.
  4. Antara JAMINAN REJEKI dan JAMINAN KEMATIAN masing-masing berdiri sendiri, tidak ada hubungan sebab-akibat diantara keduanya. Artinya JAMINAN REJEKI tidak secara otomatis menyebabkan ada/tidak adanya JAMINAN KEMATIAN, begitu pun sebaliknya. 
  5. JAMINAN REJEKI adalah satu hal dan JAMINAN KEMATIAN adalah hal yang lain.
Jadi terkait permasalahan "Mengapa ada yang mati kelaparan, padahal rejeki setiap makhluk sudah dijamin oleh Allah?", maka:
  • Tak mengapa hal itu terjadi, boleh-boleh saja jika harus ada yang mati karena kelaparan, tidak masalah, karena JAMINAN REJEKI dari Allah itu hanya diberikan kepada setiap makhluk-Nya sekedar untuk menjamin kelangsungan hidup sampai AJAL-nya saja, tidak ada hubungannya sedikitpun dengan JAMINAN KEMATIAN.
  • Adapun terkait CARA kematiannya "kelaparan" maka hal tersebut termasuk RAHASIA Allah, dan tidak berarti Allah tidak MENJAMIN REJEKI-nya. Allah telah memberikan JAMINAN REJEKI untuk kelangsungan hidupnya, bahkan sejak masa hidup dalam rahim ibunya, hanya saja JAMINAN REJEKI tersebut DISTOP oleh Allah karena quota usia hidup (AJAL)-nya habis.
Artikel ini dibuat sebagai jawaban atas pertanyaan salah seorang jamaah peserta kajian malam Sabtu di Masjid Al-Ishlah Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cipancuh Haurgeulis-Indramayu.
والله اعلم بالصواب 

Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

Senin, Mei 11, 2020

Pak Ustadz "PENCURI"

...::| Kisah Inspiratif |::...
  • Baca sampai akhir ya, dan jangan lupa tinggalkan jejak kunjungan Anda dengan memberikan komentar
 hidangan-makan-malam
Dikisahkan bahwa sepasang Pak Suami dan Ibu Isteri sangat mengagumi Pak Ustadz, mereka tidak pernah absen dalam setiap kajian-kajian Pak Ustadz. Di mana ada kajian Pak Ustadz pasti keduanya hadir.

Hingga sampai pada suatu hari, dimana Pak Ustadz diundang makan malam di rumah mereka sebagai penghargaan dan penghormatan kepadanya. 
Setelah acara makan malam selesai dan Pak Ustadz pulang ke rumahnya, Ibu Isteri berkata kepada Pak Suami: "Uang kita hilang Pak, dan aku pikir Pak Ustadz lah yang mengambilnya".

"Uang yang mana Bu?", tanya Pak Suami.
"Itu loh Pak yang di dalam amplop Rp5.000.000,00 di atas meja, padahal uang tersebut akan kita berikan untuknya", jawab Sang isteri.

Mendengar penjelasan isterinya, Pak Suami marah besar dan berkata: "Jika begitu. dia Pencuri!, Kita tidak perlu lagi menghadiri kajian-kajiannya".

Dua bulan kemudian, Ibu Isteri bertemu dengan Pak Ustadz di jalan dan dengan sangat terpaksa harus menyapanya.
"Assalaamu 'alaikum, Pak Ustadz. Begini Pak Ustadz, tentu Anda menyadari bahwa sudah lama kami tidak hadir di kajian-kajian Pak Ustadz, sesungguhnya kami marah besar pada Pak Ustadz, karena ketika Anda makan malam di rumah kami, di meja ada uang Rp5.000.000,00 dan hilang begitu saja setelah Anda pergi, sedangkan ketika itu Pak Ustadz lah satu-satunya orang yang datang dan makan malam bersama kami".

"Wa 'alaikumussalaam wa Rahmatullah wa Barakaatuh", jawab Pak Ustadz. 

Dan dengan tersenyum Pak Ustadz mengklarifikasi tuduhan tersebut.

"Bu, ya benar aku yang telah mengambil uang itu dan meletakkannya di dalam al-Quran Anda, agar tidak terkena tumpahan saus, maafkan saya kalau waktu itu saya tidak menyampakan hal itu secara langsung, karena saya pikir kalian setiap saat pasti membuka al-Quran".

Mendengar penjelasan tersebut, dengan penuh rasa malu Ibu Isteri memohon maaf kepada Pak Ustadz, lalu ia mohon ijin untuk pulang.
Setelah sampai di rumah, dia segera mengambil al-Quran dimaksud dan menemukan amplop berisi uang Rp5.000.000,00 berada di dalamnya, lebih kurang sudah dua bulan uang tersebut berada di sana.

-----:::|:::-----
Selama dua bulan Pak Suami dan Ibu Isteri tidak pernah membuka al-Quran.
Selama dua bulan Pak Suami dan Ibu Isteri tidak pernah membaca al-Quran.
Selama dua bulan mereka telah berburuk-sangka (su-uzh-zdhonn) kepada Pak Ustadz.
Selama dua bulan mereka telah menuduh Pak Ustadz sebagai Pencuri.

-----:::|:::-----

----------------------------------
Pembaca yang Budiman!
Semogalah kita tidak seperti pasangan suami-isteri dalam kisah di atas.
Yang jarang membaca al-Quran, berprasangka buruk (su'uzh-zhonn) dan menghakimi secara sepihak orang lain yang belum tentu bersalah.

al-quran

"TIADA HARI TANPA MEMBACA AL-QURAN".
*Kisah inspiratif ini tersebar di Grup-Grup Whatsapp.


Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

Selasa, Juni 04, 2019

Siapa kita setelah Ramadhan (Khutbah Iedul-Fitri)


خطبة عيد الفطر
“Siapa kita setelah RAMADHAN”

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله اكبر   الله اكبر   الله اكبر  x ٣
الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا
الحمد لله العظيم جلاله, الكثير نواله, المبسوط في الوجود كرمه وافضاله
نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب اليه, ونعوذ بالله من شرور انفسنا وسيئات اعمالنا, من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.
اشهد ان لا اله الا الله وحده, صدق وعده, ونصؤ عبده, واعز جنده, وهزم الأحزاب وحده.واشهد ان محمدا عبده ورسوله, ارسله شاهدا ومبشرا ونذيرا, وداعيا الى الله باذنه سراجامنيرا.
اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ونبيك ورسولك محمد ابن عبدالله وعلى ازواجه وذريته كما صليت وسلمت وباركت على ابرهيم وال ابراهيم في العالمين انك حميد مجيد. امـــــا بعد !
فيا عبادالله..! اوصيكم واياي نفسى بتقوى الله, فقد فاز المتقون !
فقال تبارك جلا وعلى سبحانه, اعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم:
يا ايها الذين امنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون
وقال رسول الله صلى الله عليه واله وسلم: اتق الله حيثما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن       (رواه الترمذى)
الحمدلله !
Puja dan puji hanyalah untuk Allah;
Puja dan puji yang sesuai dengan kebesaran-Nya;
Puja dan puji yang sesuai dengan keagungan-Nya;
Puja dan puji yang sesuai dengan kesucian-Nya.<
ربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك

الحمدلله ! - Sebanyak bilangan makhluk-Nya;
الحمدلله ! - Seimbang dengan kebesaran ‘Arsy-Nya;
الحمدلله ! - Sepenuh batas keridloan-Nya;
الحمدلله ! - Sepenuh tinta kalimat-Nya;
الحمدلله عددخله وزنة عرشه ورضانفسه ومداد كلماته

الله اكبر !
Maha Besar Allah;
Kebesaran-Nya tampak pada pengaturan makhluk-Nya;
Kebesaran-Nya terlihat pada curahan nikmat-Nya;
Kebesaran-Nya nyata pada pemberian nikmat-Nya;

سبحان الله !
Maha Suci Allah dari semua bentuk kekurangan;
Maha Suci Allah dari semua bentuk ketidaksempurnaan;
Maha Suci Dia dari semua bentuk syirik dan kemusyrikan.

لااله الا الله !
Tidak ada sesembahan yang sebenarnya, melainkan Allah;
Tidak ada ajaran yang wajib dipegang teguh, kecuali ajaran-Nya;
Tidak ada perintah yang wajib dijunjung tinggi, kecuali hanya perintah-Nya; dan
Tidak ada kalimat yg layak diperjuangkan, kecuali hanya kalimat-Nya.

Perjuangan yang sejati adalah perjuangan mencari keridhoan-Nya;
Jihad yang haqiqi adalah jihad menegakkan kalimat-Nya;
Jihad yang haqiqi adalah jihad memperjuangkan ajaran-Nya; dan
Jihad yang haqiqi adalah jihad mencari keridoan-Nya.

لاحول ولا قوة الا بالله !
Tidak ada daya dan.upaya, kecuali dengan pertolongan Allah;
Tidak akan ada keberhasilan, kecuali dengan pertolongan-Nya;
Tidak bakal ada kemenangan, kecuali dengan bantuan-Nya; dan
Tidak boleh ada kepastian, kecuali setelah izin-Nya.

الله اكبر ولله الحمد !
معاشر المسلمين اسعدكم الله في الدارين
Seiring dengan terbenamnya matahari akhir Ramadhan di ufuk barat, seiring itu pula selesailah puasa Ramadhan yang kita jalani; Dan seiring dengan terbitnya fajar 1 syawwal, terbit pula fajar kegembiraan di lubuk hati kita;
Kita gembira, karena ibadah puasa telah kita laksanakan;
Kita juga gembira, karena latihan mental yang berat telah kita hadapi; Benarlah apa yang disabdakan oleh Nabi Saw:

للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه (رواه المسلم)
Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan:  Kegembiraan ketika dia berbuka, baik dia berbuka di saat Maghrib, atau pun dia berbuka pada tanggal 1 Syawwal seperti saat ini; dan kegembiraan di saat dia bertemu dengan Rabb-nya.


Namun Ma’asyiral Muslimin…!
Di balik kegembiraan itu terselip pula keprihatinan di hati,
karena banyak kekurangan pada puasa kita;
Kita prihatin, sedih; karena puasa belum bersih.
Puasa kita belum bersih; belum bersih dari noda, belum bersih dari dosa, belum bersih dari maksiat.

Kita tidak terbiasa berbuka dengan daging yang kita masak setiap hari, tapi kita bisa dan terbiasa makan daging saudara kita sendiri, kita bisa dan biasa ber-GHIBAH, kita kotori omongan-omongan kita dengan bermaksiat kepada Allah dengan melakukan GHIBAH, padahal kita tengah berpuasa.

Walaupun demikian, dengan segala kekurangan yang ada pada diri kita, kita mengharap kepada Allah Yang Maha Rahmaan dan Maha Rahiim, berkenan kiranya Dia untuk dapat menerima shalat dan puasa kita, dan berkenan pula Dia memaafkan kekurangan-kekurangan kita, dan kita juga bermohon, semoga Allah SWT masih berkenan mempertemukan kita pada tahun-tahun yang akan datang dalam suasana seperti saat ini.

Dan juga kita tidak lupa, untuk saudara-saudara kita yang pada saat ini dia atau mereka tak lagi berkumpul bersama kita, karena telah berpulang ke RAHMATULLAH; Kita doakan, semoga rahmat Allah SWT tetap berlimpah atas mereka, semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka, dan semoga lah kita dapat menyusul mereka dengan KHUSNUL KHOOTHIMAH.

معاشر المسلمين اسعدكم الله في الدارين
الله اكبر ولله الحمد !
RAMADAN TELAH BERLALU, BULAN TARBIYAH YANG BANYAK MEMBARIKAN PELAJARAN DAN PENDIDIKAN TELAH PERGI MENINGGALKAN KITA, BULAN YANG BERLIMPAH DENGAN KARUNIA, PAHALA, DAN MAGHFIRAH BARU SAJA MENYAMPAIKAN SALAM PERPISAHAN KEPADA KITA…
وَدَاعًــــــــــــــا اَيُّهَا اْلمُؤمِنِـــــــين
وَدَاعًــــــــــــــا اَيُّهَا اْلصَّائِمِيْنَ
SELAMAT TINGGAL WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN
SELAMAT TINGGAL WAHAI ORANG-ORANG YANG BERPUASA

MA’ASYIRAL MUSLIMIN, BENAR RAMADHAN TELAH BERLALU DAN SEKARANG TINGGAL BAGIAN KITA UNTUK MEMENUHI HARAPAN ALLAH SWT, MEMBUKTIKAN DIRI DI HADAPAN-NYA, DI TENGAH-TENGAH RIMBA SEMESTA, BAHWA KITA AKAN SENANTIASA DAN BENAR-BENAR MENJADI HAMBA-HAMBA YANG BERTAQWA
MAKA
 فماذا بعد رمضان....؟
فما نحن بعد رمضان....؟
APA DAN BAGAIMANA KITA SETELAH RAMADHAN?
SIAPA SEJATINYA KITA SETELAH RAMADHAN?
APAKAH TETAP BEGINI-BEGINI SAJA, SAMA SEPERTI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA ATAU BAGAIMANA?

كلا معاشر المسلمين و المسلمات
كلا معاشر المؤمنين و المؤمنات
TIDAK, SAMA SEKALI TIDAK DEMIKIAN MA’ASYIRAL MUSLIMIN!
KE DEPAN …. DIMULAI DARI SINI, DARI TEMPAT YANG MULIA INI, KITA MULAI DARI SAAT INI, DI HARI YANG BAIK INI,
KITA AZAMKAN DIRI UTK MEMPERBAIKI KUALITAS DIRI DALAM SEGALA DIMENSI.

LATIHAN MENTAL SELAMA RAMADHAN TAHUN INI HARUS BENAR-BENAR MAMPU MEMBERIKAN BEKAS YANG NYATA PADA DIRI KITA
DENGAN MEWUJUDKAN DIRI SEBAGAI HAMBA ALLAH JALLA WA ‘ALAA YANG BERTQWA.

اللهم نحن المتقون
اللهم فاشهد ونحن المتقون

الذاريات (51)  : 15 - 23
ان المتقين في جنت وعيون - أخذين ما أتىهم ربهم إنهم كانوا قبل ذلك محسنين
كانوا قليلا من الليل ما يهجعون - وبالاسحار هم يستغفرون
وفي أموالهم حق معلوم - للسائل والمحروم
وفي الارض أيت للموقنين - وفي أنفسكم أفلا تبصرون
وفي السماء رزقكم وما توعدون
فو رب السماء والارض انه لحق مثل ما انكم تنطقون
  
SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG BERTAQWA ITU BERADA DALAM TAMAN-TAMAN (SYURGA) DAN MATA AIR-MATA AIR,

SAMBIL MENERIMA SEGALA PEMBERIAN RABB MEREKA. SESUNGGUHNYA MEREKA SEBELUM ITU DI DUNIA ADALAH ORANG-ORANG YANG BERBUAT KEBAIKAN.

DI DUNIA MEREKA SEDIKIT SEKALI TIDUR DIWAKTU MALAM.
DAN SELALU MEMOHONKAN AMPUNAN DIWAKTU PAGI SEBELUM FAJAR.

DAN PADA HARTA-HARTA MEREKA ADA HAK UNTUK ORANG MISKIN YANG MEMINTA DAN ORANG MISKIN YANG TIDAK KUASA UTK MEMINTA-MINTA
DAN DI BUMI ITU TERDAPAT TANDA-TANDA (KEKUASAAN ALLAH) BAGI ORANG-ORANG YANG YAKIN.

DAN (JUGA) PADA DIRIMU SENDIRI. MAKA APAKAH KAMU TIDAK MEMPERHATIKAN?

DAN DI LANGIT TERDAPAT (SEBAB-SEBAB) REZKIMU [HUJAN YANG DAPAT MENYUBURKAN TANAMAN] DAN TERDAPAT (PULA) APA YANG DIJANJIKAN KEPADAMU [TAKDIR ALLAH TERHADAP TIAP-TIAP MANUSIA YANG TELAH DITULIS DI LAUHUL MAHFUDZ.].

MAKA DEMI TUHAN LANGIT DAN BUMI, SESUNGGUHNYA YANG DIJANJIKAN ITU ADALAH BENAR-BENAR (AKAN TERJADI) SEPERTI PERKATAAN YANG KAMU UCAPKAN.

Ma’asyiral-Muslimin wal-Muslimat sebagai penutup khutbah ini, mari kita renungkan sindiran Allah terhadap kita dalam surat al-‘Aadiyaat:
surat Al-Aadiyat
  
1. demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
2. dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
3. dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
4. Maka ia menerbangkan debu,
5. dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
6. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
7. dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
8. dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta [Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud ayat ini Ialah: manusia itu sangat kuat cintanya kepada harta sehingga ia menjadi bakhil.].
9. Maka Apakah Dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
10. dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
11. Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui Keadaan mereka.


Allah membuka surat al-‘Aadiyat dengan bersumpah atas nama salah satu makhluk-Nya, KUDA.
Diantara hikmah dan Faidah ketika Allah memulai ayat-ayat-Nya dengan sumpah adalah bahwa ada sesuatu pesan yang agung pada ayat-ayat atau surat tersebut.

Obyek surat al-‘Aadiyaat : KUDA & MANUSIA
Kuda => ayat 1 – 5
Manusia => ayat 6 – 8

Mari kita lihat apa pesan Allah dalam surat al-‘Aadiyaat?
Mari kita lihat sindiran Allah melalui surat al-‘Aadiyaat?

Yang pasti pesan dan sindiran-Nya tersebut bukan utk makhluk-Nya dari jenis KUDA, tapi untuk kita, manusia, yang secara pisik maupun psikis jauh lebih sempurna dari KUDA.

Ma’asyiral-Muslimin
Pada surat al-‘Aadiyat ayat 1 – 5, Ketika Allah berbicara tentang KUDA, Allah mengangkat derajatnya, Allah memuji-mujimya, dengan menyebutkan sifat-sifat utama yang ada pada diri kuda:
KUDA yang TANGKAS dan GESIT larinya;
KUDA yang PERKASA yang berani meyabung nyawa di tengah kecamuk medan laga, tak peduli waktu walau pagi-pagi buta ia senantiasa menerjang dengan segala daya walau nyawa taruhannya.


Sebaliknya ketika Allah membicarakan makhuk-Nya yang paling mulia, manusia, kita semua, ya kita semua, Allah merendahkannya, Allah menghinakan kita pada ayat ke-6 s.d. ayat ke-8 surat al-‘Aadiyaat:

Allah sampaikan bahwa kita adalah Makhluk-Nya yang INGKAR kepada sang PENCIPTA;
ان الإنسان لربه لكنود
Allah juga sampaikan bahwa kita adalah makhluk-Nya yang INGKAR kepada-Nya dalam segala kesadaran kita, kita memahaminya, kita menyadarinya, dan kita menyaksikan dengan peduh kesadaran diri akan keingkaran-keingkaran yang selalu dan melulu kita tampakkan pada Allah Jalla wa ‘Alaa.

وانه على ذلك لشهيد
  
Dan yang terakhir Allah merendahkan kita sebagai makhluk BAKHIIIL lagi KIKIR, yang cintanya terhadap dunia melebihi cintanya kepada Sang Pencipta dunia.

وانه لحب الخير لشديد  
Ma’asyiral Muslimin
Kuda dan kita (manusia) sama-sama memiliki TUAN;
KITA (MANUSIA) adalah TUAN bagi kuda
Dan Allah adalah TUAN bagi kita, manusia

Kalaulah kuda mampu patuh dan taat pada TUANnya, mau dan sudi lari kearah mana saja sesuai kendali TUANnya, tak peduli dingin yang menusuk tulang, tak peduli terik matahari yang membakar rahang, ia akan TUNDUK dan PATUH, gelap maupun terang.
Mengapa kita tidak mampu untuk LEBIH TUNDUK dan PATUH kepada TUAN kita ALLAH JALLA WA ‘ALAA.

Mengapalah kita tidak mampu untuk LEBIH MENGUTAMAKAN CINTA KITA KEPADA ALLAH dari pada cinta kita kepada dunia.

Ma’asyiral-Muslimin, demikian sindiran Allah untuk kita dalam al-‘Aadiyat.

Mari sekali lagi kita buktikan bahwa kita adalah Makhluk-Nya yang JAUH LEBIH SEMPURNA DARI KUDA,
Mari kita buktikan bahwa kita adalah makhluk-Nya yang JAUH LEBIH PATUH DAN TUNDUK KEPADA KEHENDAK TUANNYA, dengan benar-benar menjadi HAMBA-HAMBA-NYA yang BERTAQWA yang aktivitasnya sebagaimana pernah kita praktikan selama RAMADHAN. Siangnya beraktivitas duniawi dengan berpuasa dan malamnya beribadah dan bermunajat tiada henti.
اللهم فاشهد ونحن المتقون


معاشر المسلمين !
Akhirnya, pada kesempatan yang sangat baik ini,
marilah kita bermunajat kepada Allah SWT.
Kita mohon ke Dia, kepada Dia, sebab Dial ah Rabb yang senantiasa mendengarkan pengaduan kita,
Dia lah satu-satunya Rabb yang sudi mendengarkan keluhan-keluhan kita, dan
Dial ah Rabb satu-satunya yang mau mendengarkan keluh-kesah kita.
اللهم ربنا لك الحمد, كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك
فصل وسلم وبارك على عبدك ونبيك ورسولك محمد
وعلى ازواجه و ذريته
كما صليت وسلمت وباركت على ابراهيم في العالمين انك حميد مجيد
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأمات, انك سميع قريب مجيب الدعوات
اللهم فارج الهمّ وكاشف الغمّ, مجيب دعوة المضطرّين رحمن الدينا والاخرة ورحيمنا, ارحمنارحمة تغنينا بها عن رحمة من سواك

اللهم يا ربنا !
Engkau lah Dzat Yang melenyapkan kesedihan;
Engkau lah satu-satunya harapan kami untuk menghilangkan kedukaan;
Engkaulah satu-satunya Dzat Yang mengabulkan doa orang yang dalam kesulitan;
Engkaulah Dzat Yang Maha Rahman dan Rahiim di dunia dan akhirat;
Berilah kami rahmat, yang dengan rahmat-Mu ini kami tidak lagi memerlukan rahmat yang lain.

ربنا ظلمنا انفسمنا وان لم تغفرلنا وترحمنا لنكونن من الخسرين
(الاعراف, 7: 23)

اللهم يا ربنا !
Kami mengakui dengan sejujurnya, bahwa kami banyak berbuat dholim, banyak ucapan-ucapan kami menyimpang dari ajaran-Mu, ucapan-ucapan yang membawa kepada dosa banyak kali kami dendangkan, ucapan-ucapan keji banyak kami lantunkan,
walaupun kami dalam keadaan melaksanaan ibadah shaum.

اللهم يا ربنا !
Banyak perbuatan kami yang menyalahi petunjuk-Mu;

Banyak tingkah laku kami keluar dari pimpinan-Mu; Maafkan kesalahan kami dan ampunilah dosa-dosa kami.
اللهم نرجــــو عظيم عفوك الذي عفوت به عن الخاطــــــــــــــــــــــئين,
اوضـــع علينا بالعفو والمغفرة, يا من عفوه عظــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــيم

اللهم يا ربنا !
Maafkan semua kesalahan-kesalahan kami;
Maafkan semua kekurangan-kekurangan kami;
Maafkan semua kekeliruan-kekeliruan kami;

اللهم انك امرتنا ان نتصدق على فقرائنا, ونحن فقرائك, وانت احق بالتصدق علينا, فتصدق علينا !

اللهم يا ربنا !
Engkau memerintahkan kami untuk bersedekah;
Engkau perintahkan kami untuk bersedekah kepada fakir miskin di antara kami;
يا ربنا !
Kami semua adalah miskin di hadapan-Mu;
Kami adalah orang-orang miskin, fakir di hadapan-Mu;
Dan kini kami, di hadapan pintu-Mu,
Kami mohon kepada-Mu, Ya Allah!
Berilah kami sedekah;
Berilah kami sedekah dari rahmat-Mu;
Berilah kami sedekah dari ampunan-Mu;
Berilah kami sedekah kasih-sayang-Mu;
Berilah kami sedekah dari petunjuk-Mu;
Supaya kami dapat menyelesaikan persoalan di antara kami;
Supaya kami dapat menyelesaikan semua fitnah yg berlaku di antara kami.

اللهم اصلح ذات بيننا والّف بين قلوبنا, انك على ما تشاء قدير
اللهم يا ربنا !
Perbaikilah urusan di antara kami;
Pertemukanlah hati di antara kami 3x;
Terimalah permohonan kami yang satu ini;
Pertemukanlah hati di antara kami;

Dekatkanlah hati kami yang jauh, dekatkan hati kami yang telah jauh dari bimbingan dan tuntunan-Mu;
Hubungkan hati kami yang telah putus, hubungkanlah hati kami yang telah putus dari ajaran dan sunnah Rasul-Mu.
Sungguh Ya Allah….! Engkau lah Yang Maha Tahu dan Engkau lah Yang Bisa menyambungkan hati kami yang telah putus.

اللهم لا تدع لنا ذنبا الا غفرته,
ولا عيبا الا سترته, ولا همّا الا فرّجته
ولا دينا الا قضيته, ولا ضالاّ الا رددته, ولا كسرا الا جبرته, ولا فسادا الا اصلحته, ولا بلاء الا كشفته, ولا بلاء الا كشفته, ولا بلاء الا كشفته.

اللهم اصلح لنا ديننا الذي هو عصمة امرنا واصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا, واصلح لنا أخرتنا التي اليها معاذنا,واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير  واجعل الموت راحة لنا من كل شر

اللهمِّ احْفَظْ  اندونيسيا وَبُلْدَانَ المسلمين مِنْ شَرِّ اْلاَشْرَارِ وَكَيْدِ اْلفُجَّار وَرُدّ سِهَامَ اْلمُـــتَأَمِرِيْنَ عَلَيْهَا اِلىَ نُحُوْرِهِمْ وَاَشْغِلْهُم بِاَنْفُسِهِم وَقِنَا شَرَّهُم بِمَا شِئْتَ وَكَيْفَ شِئْتَ
اللهم يا الرحمن اللهم يا الرحيم لا تسلط علينا من لا يرحمنا
اللهم يا الرحمن اللهم يا الرحيم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا برحمنا
YA ALLAH JAGALAH INDONESIA DAN SEGENAP NEGERI KAUM MUSLIMIN, DARI KEJAHATAN PIHAK2 YANG JAHAT DAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB,
JAGA NEGERI2 KAMI DARI KONSPIRASI BUSUK PARA PENDOSA, KEMBALIKAN MAKAR MEREKA AGAR MENIMPA KEPADA DIRI MEREKA SENDIRI, SIBUKKAN MEREKA, PIHAK DENGAN URUSAN MEREKA DAN KEZALIMAN DI ANTARA MEREKA DAN JAUHKANLAH/SELAMATKANLAH KAMI DARI RONGRONGAN KEJAHATAN MEREKAD

Ya Allah dzat yang Maha Rahman dan Rahim Jangan Engkau Kuasakan atas kami pemimpin-pemimpin yang tidak menyayangi kami;
Ya Allah Yang Maha Rahman dan Rahim, Jangan karena dosa-dosa kami Engkau kuasakan atas kami pemimpin-pemimpin yang tidak takut kepada-Mu dan tidak sayang kepada kami.

اللهم مجيب السائلين, اللهم خير المسؤولين
اللهم هذا الدعاء ومنك الاجابة, وهذا الجهد وعليك التكلان
اللهم هذا الدعاء ومنك الاجابة, وهذا الجهد وعليك التكلان
وصل الله على محمد واله اجمعين وسبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمدلله رب العالمين

----------------------------------

معاشر المسلمين !
تقبل الله منا ومنكم صالح الاعمال كل عام وانتم بخير
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
----------------------------------


Disampaikan oleh: Yahya Asnawi
(Alumni Mahad Al-Irsyad Al-Islamiy Bondowoso Jawa Timur)
di Masjid At-Taqwa Desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat
1 Syawwal 1440 H / 5 Juni 2019 M

Selengkapnya silahkan lihat di YOUTUBE

Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

Selasa, Juli 24, 2018

Untukmu>> Para Pengkonsumsi Buah

Berikut ini adalah beberapa komentar para Pengkonsumsi buah::
Si A yang hanya mengkonsumsi buah Jeruk, maka dia hanya mampu melahirkan Komentar: "Yang MANIS haya JERUK, Buah-buahan selain Jeruk TIDAK MANIS/PAHIT";
Si B yang hanya mengkonsumsi buah Mangga, maka dia hanya mampu melahirkan komentar: "Yang MANIS haya MANGGA, Buah-buahan selain Mangga TIDAK MANIS/PAHIT";

Si C yang hanya mengkonsumsi buah Apel, maka dia hanya mampu melahirkan komentar: "Yang MANIS haya APEL, Buah-buahan selain Apel TIDAK MANIS/PAHIT"

=> Bagaimana tanggapan Anda terhadap masing-masing komentar dari A, B, dan C?

=> Kira-kira bagaimana komentar A, B, dan C kalo masing-masing dari ketiganya mengkonsumsi ketiga buah tersebut di atas:

Apakah komentar mereka masih sama seperti sebelumnya?
Apakah komentar ketiganya akan sama?



=> Kira-kira bagaimana komentar A, B, dan C kalo masing-masing dari ketiganya mengkonsumsi buah yg lebih banyak lagi:

Apakah komentarnya masih sama seperti sebelum-sebelumnya?
Apakah komentar ketiganya akan sama?

=> Kira2 bagaimana komentar A, B, dan C kalo masing-masing dari ketiganya mengkonsumsi semua jenis buah-buahan:

Apakah komentarnya masih sama seperti sebelum-sebelumnya?

Apakah komentar ketiganya akan sama?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak penting utk dijawab, Itu semua tak lebih dari sekedar bahan pemikiran dan perenungan kita bersama dalam menyikapi ragam rasa dan bersikap toleran terhadap orang yang berbeda dengan kita dalam hal rasa.

--------------------------------
  • Untukmu wahai penuntut ILMU, konsumsilah semua disiplin Ilmu, dari arah mana saja dan dari sumber apapun jua, ia akan menjadikanmu LEBIH BIJAK dalam BERSIKAP.
  • Jangan batasi dirimu dengan hanya mengkonsumsi satu disiplin ilmu saja, atau dari satu arah saja, atau diar satu sumber saja, karena ia akan menajdikanmu sosok yg FANATIK BUTA, والله اعلم.

(وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ)
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"
[Surat Fushilat (41): 33]

@ibn_Asnawi.

Areefah
Areefah Haurgeulis Updated at:

 
back to top